Selasa, 31 Januari 2017

Generasi Muda Mari Berliterasi!

Standard

Dalam sejarah peradaban umat manusia, kemajuan suatu bangsa tidak bisa dibangun dengan hanya bermodalkan pada kekayaan alam yang melimpah maupun pengelolaan tata negara yang mapan, melainkan berawal dari peradaban buku atau penguasaan literasi yang berkelanjutan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sejarah peradaban pun tak bisa dipisahkan dengan sosok pemuda, Pemuda dan budaya literasi. Pemuda terbaik bukan lagi pemuda yang hanya memiliki fisik yang kuat dan memiliki prestasi akademik yang tinggi. Pemuda terbaik saat ini adalah ia yang memiliki kemampuan literasi media yang maksimal. Di tengah cepatnya perkembangan teknologi informasi, pemuda harus lebih cerdas dalam menyikapi arus informasi yang semakin hari tidak mudah dikendalikan.

Tiada hari tanpa menulis
sebab yang tertulis akan mengabdi
dan yang berucap akan berlalu
bersama angin
(M.M. Dahlan)

Karakteristik utama generasi ulil albab (orang yang berpikir) adalah mereka yang gemar membaca, gemar menulis pun begitu gemar berdialetika. Menulis selalu berhubungan dengan kebiasaan membaca. Menulis merupakan suatu upaya melatih diri untuk berpikir secara kritis dan sistematis. Membaca menjadi stimulus membuka cakrawala ilmu pengetahuan. Sedangkan dengan berdialetika menjadikan kemampuan berpikir, berdialog, serta berpendapat kian terasah. Lebih dari itu, membaca, menulis dan berdialetika merupakan aktivitas membangun peradaban sekaligus merawat peradaban itu sendiri. 

Ilmu pengetahuan yang didapat, idealnya harus ditransformasikan dan disampaikan ulang kepada khalayak ramai. Sehingga proses pengembangan dan penyebaran ilmu terus berlanjut dan tidak stagnan disatu titik dan peradaban dengan sendirinya akan berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Tafsir dan falsafah tentang generasi muda masa kini harus didekonstruksi. Narasi tentang kultur literasi para tokoh pendahulu harus mampu menjadi pemantik, pun menjadi pemicu bagi generasi muda agar mampu membangun kembali cita kehidupan yang merdeka dan lepas dari cengkeraman ekspansi budaya kapitalistik.

Untuk mewujudkan hal itu, maka hal pertama yang harus dilakukan mau tidak mau, harus dimulai dari membangkitkan etos dan semangat literasi yang gigantis (dahsyat).

"Penentu kemenangan Jepang atas Rusia dalam perang tahun 1904-1905 bukanlah teknologi, tetapi literasi. Saat itu, tentara Jepang memiliki tingkat literasi yang lebih tinggi ketimbang tentara Rusia."  ( Geoffrey Jukes (2002), dalam buku The Russo-Japanese War)

Di sinilah pentingnya literasi, membangun sebuah peradaban baru berarti membangun kembali budaya literasi. Budaya literasi ini diwujudkan dalam tradisi membaca, menulis, meneliti, berdiskusi, dan sederet aktivitas lainnya sebagai starting point bagi lahirnya perubahan. Generasi muda harus menjadikan literasi sebagai bagian inheren dalam kesehariannya. Literasi harus menjadi makanan terlezat bagi seorang pemuda.

Data dari Association For the Educational Achievement (IAEA) misalnya, mencatat bahwa pada 1992 Finlandia dan Jepang sudah termasuk negara dengan tingkat membaca tertinggi di dunia. Masih dalam hal membaca, Indonesia berada di peringkat ke-57 dari 65 negara di dunia atau 8 peringkat terakhir (kompasiana.com, 16/03/2012).

Membumikan literasi, tidak serta merta dapat dilakukan secara spontan. Namun membutuhkan tahapan sedikit demi sedikit. Generasi muda harus mampu menjadikan budaya literasi sebagai jihad melawan rasa malas. Demi satu cita yaitu menjadi pelaku sejarah.

Dengan tradisi literasi, pemuda akan diperkenalkan pada ide-ide besar tentang perubahan, autentisitas kemodernan, dunia internasional, sekaligus keindonesiaan sehingga generasi muda akan terbebas dari nalar pragmatis, hedonis dan kesadaran semu yang bersifat utopis dan ilusif. Buku tidak sekadar diburu, buku tak hanya dicari, apalagi sebagai simbol agar tampak modis dan eksibisionis. Buku menjadi modal utama mendidik diri untuk menjadi sang reformis atau bahkan sang revolusioner.

Dari budaya literasi harus tercipta katalis-katalis untuk menegasi setiap nilai dan norma yang tidak sesuai, baik berdasar rasionalitas akal dan pikiran ataupun berdasarkan teologis. Dari budaya literasi pula, harus mampu mengintegrasikan nilai dan norma yang baik pada setiap sendi kehidupan, serta menghadirkan nilai dan norma baru yang lebih baik bagi peradaban bangsa. Di sinilah peran generasi muda sangat diperlukan, dengan kultur literasi gigantisnya, maka akan terbentuk pandangan dunia, cara berpikir dan karakter ulul albab yang dengannya menjadikan generasi muda ini senantiasa kritis dan progresif terhadap semua problematika-problematika keumatan yang berkembang, serta memberikan sikap-sikap yang solutif.

Hidup memang sebuah perjuangan, meski sakit seperti tertebas pedang, pemuda jangan pernah berhenti membaca sebab buku adalah modal utama membangun peradaban literasi. Hidup memang sebuah pengabdian, meski berat seperti memundak batu, generasi muda jangan pernah berhenti menulis, sebab bait-bait tulisan adalah amunisi membangun peradaban literasi. Hidup memang sebuah pengorbanan, meski sulit layaknya mencari embun ditengah padang pasir, generasi muda jangan pernah berhenti berdialetika, sebab ia adalah senjata tercanggih membangun peradaban literasi.

@luthfi_ariff
Bandung, 31-01-2016 22.15 WIB

Minggu, 01 Januari 2017

Bukankah apa yang kita miliki sekarang hanya titipan ?

Standard

Setiap apa yang dimiliki adalah titipan, tidak selamanya apa yang dimiliki akan terus menjadi hak milik.

Setiap ada yang datang ada pula yang pergi, memang begitulah realita hidup dan kehidupan. Ada senang ada pula sedih, ada banyak maka sedikitpun juga ada, baik tersedia, buruk pun nyatanya terhampar.

Kehidupan adalah kesenangan, begitulah orang 'yang tak berakal' berbicara. Baginya hidup adalah hidup, hanya sekali tak bisa diulangi dan perlu dinikmati tanpa ada batasan. Senang, happy, poya-poya, hedon, pragmatis adalah model manusia berdogma "hidup adalah kesenangan." Sampai jika sang waktu datang memberikan ujian kesengsaraan pada mereka, dunia bak neraka! Kesusahan, kesulitan, dan keburukan dianggap sebagai musibah besar. Namun sayang, tak ada upaya keluar darinya. Hanya kekesalan, cacian, makian pada setiap makhluk terucap syahdu dari setiap gerak bibir mereka.

Mereka tak pernah merasa cukup dengan apa yang mereka dapatkan. Kurang, kurang dan kurang adalah kata yang terus berputar dalam benaknya. Hingga tak ada lagi pembeda antara baik dan buruk dalam pikirnya, walaupun hatinya berkata lain. Namun isi hati kecil, bagi mereka ibarat bisik-bisik kelabu. Hingga semua hal buruk pun yang membuat mereka baik, mereka anggap baik.

Tak berpikir apa yang orang lain rasakan. Selama bagi mereka baik, maka itu baik.

Tak terbayang apa yang orang lain hadapi, jika bagi mereka baik, maka mereka anggap itu baik.

Semuanya menjadi baik bagi mereka walau hal itu buruk bagi orang lain.

"Dunia adalah candu, Kesenangan adalah rindu, tak peduli itu sesuatu yang baru, jika ia beri kesenanganan maka akan dicari selalu." Begitulah pribadi mereka.

Awal ketidakbaikan, adalah nafsu. Nafsu yang dengannya rasa syukur terkikis habis. Tak bisa menerima jika sedikit, merasa kurang dengan apa yang dimiliki. Inilah problem, sesuatu yang harus di ubah.

"Ketika kita sulit untuk merasa cukup, bukan nikmat yang harus ditambah. Melainkan hati yang harus belajar untuk merendah."

Tak usah selalu melihat keatas, langit terlalu luas untuk kita lihat. Lihatlah kebawah, lihatlah bumi yang dipijak. Sederhana namun itulah yang kita miliki.

Bersyukurlah dengan apa yang dimiliki, Tuhan tak pernah menilai dari banyak apa yang kita miliki. Namun, yang menjadi penilaiaan adalah seberapa bermanfaatkah apa yang kita miliki.
Syukur artinya menerima dengan ikhlas dan senantiasa merasa cukup dengan apa yang tuhan berikan.

kontribusi oleh : @luthfi_ariff

follow us
Site : www.mudainspirasi.ga
Telegram : telegram.me/mudainspirasi
Line : line.me/ti/p/%40ebe3511s
Tumblr : mudainspirasi.tumblr.com
Fans Page : Muda Inspirasi
IG : @mudainspirasi

#mudainspirasi
#mudamenginspirasi
#mudajuara
#mudaberkarya

©muda inspirasi 2017

Minggu, 16 Oktober 2016

Untuk kalian, Pemuda!

Standard

mari follow Ig kita
@mudainspirasi
@mudainspirasi

Pemuda...
Mereka yang akan selalu memberikan sebuah harapan,
Mereka yang akan mengisi sepi negeri ini dengan lagu tentang cita dan perjuangan,
Mereka yang akan terus berlari menuju haknya akan kesungguhan meraih kemenangan bangsa.

Setitik kepercayaan telah ibu Pertiwi titipkan untuk mereka,
Mereka adalah kaum perangkul jiwa-jiwa yang merintih dan berpeluh karena ironisme kelam para tirani.
Mereka adalah kaum yang akan menghancurkan  doktrin wibawa berselimutkan dusta.
Mereka adalah kaum yang menunjukkan pada langit visi yang begitu besar, dengan aksi yang selalu nyata meski nista merajalela.

Sayang beribu sayang,
Potret pemuda kini, jauh dari bayang-bayang.
Mereka tengah tertidur di riuhnya kepalsuan,
Mereka masih terperangkap oleh rayuan dunia maya,
Mereka nasih terkurung oleh keraguan akan masa depan.
Mereka terus tenggelam di dasar lautan modernisasi
Mereka menjauhkan diri dari idealisme nasionalisme,

Akankah mereka terus tertidur diriuhnya kepalsuan ?
Akankah Sang garuda terus kehilangan taji, dan bersemayam diperaduannya ?
Bumi pertiwi, sabar menunggu,
Rakyat terus merintih dan berharap

Oh, Pemuda.
Bukalah nurani kalian,
Jiwamu jiwa yang hebat, Ragamu raga yang kuat,
Tak usahlah kau ragu apalagi takut, bumi pertiwi menunggu gerak langkahmu !

Apabila dalam di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. -Soekarno-

kontribusi oleh : @luthfi_ariff

Pemuda --> inspiring people !
Pemudi --> inspiring people !

follow us
Site : www.mudainspirasi.ga
Telegram : telegram.me/mudainspirasi
Line : line.me/ti/p/%40ebe3511s
Tumblr : mudainspirasi.tumblr.com
Fans Page : Muda Inspirasi

#mudainspirasi
#mudamenginspirasi
#mudajuara
#mudaberkarya

©muda inspirasi 2016

Sabtu, 10 September 2016

Karena hati bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh mata

Standard

Nur yang memancar dari panca inderamu, adalah berasal dari ciptaan Allah, dan cahaya yang memancar dari hatimu adalah berasal dari sifat-sifat Allah. (Syekh Ahmad Ataillah )

Hati atau qolbu merupakan pelita kehidupan, yang menuntun setiap manusia kepada cahaya kebaikan.

banyak manusia yg mengalami yang hatinya buta,
hatinya tuli,
bahkan hatinya mati,
sehingga langkah demi langkah yang dijalani selalu dalam kegelapan.

Hati memiliki mata, sehingga memungkinkan untuk melihat hakikat atau esensi kehidupan.
Dengan mata hati pula manusia bisa ‘melihat’ kekuasaan Tuhan.

Allah SWT tidak bisa dilihat oleh mata karena mata indera terlalu lemah dan sgt terbatas,
orang yang hatinya diberi cahaya oleh Allah ketika melihat sesuatu hatinya pun ikut melihat keagungan Allah.

ketika kita melihat sebuah bangkai tikus, ayam atau anjing,
secara tdak lngsung mata kita memandangnya jijik,
tapi bagi orang yang hatinya sudah bersih, ketika melihat bangkai tikus, ayam atau anjing, dirinya merasakan keagungan Allah yang menciptakan dan mematikan makhluknya,

sungguh, hati adalah kemurnian jiwa seorang manusia,
mata hati akan bisa melihat sesuatu yg tidak bisa dilihat oleh mata, hanya ketika hati nya sudah bersih.

kontributor : @luthfi_ariff

Pemuda --> inspiring people !
Pemudi --> inspiring people !

follow us
IG : @mudainspirasi
Site : http://www.mudainspirasi.ga
Telegram : http://www.telegram.me/mudainspirasi
Line : http://line.me/ti/p/%40ebe3511s
Fans Page : Muda Inspirasi

#mudainspirasi
#mudamenginspirasi
#mudajuara
#mudaberkarya

Kamis, 01 September 2016

Yang muda, yang belajar

Standard

Belajar adalah sebuah proses,
sementara tujuan dri belajar ialah mencapai sbuah kbnaran.
brpakah jumlah 1+2 ?
maka untuk sampai pada jawaban = 3, kita harus belajar.
ya belajar ! utk memperoleh jawaban yg benar kita harus belajar.

tidak ada kata salah bagi seorang pembelajar, karena belajar bukan tujuan, namun ia merupakan sarana utk mncapai tujuan.
yg patut d salahkan ialah org yg tak mau bljar, krna tdak mngkin kita akan sampai kpda kebenaran tanpa adanya proses belajar.

hai pemuda,
mari jadikan proses belajar sbgai paradigma dlm memahami proses diri dan org lain.
hingga kita tk prnah mnyalahkan org yg belajar,
tidak pernah meremehkan mereka yg belajar.

yang muda, yang belajar.
belajar utk mnjadi pribadi yg baik,
belajar utk saling tolong menolong,
belajar utk saling menghormati,
belajar utk berbagi kebahagiaan,
belajar utk saling simpati,

jadilah sang pembelajar ulung, yg bisa memaknai mana yg baik dan mana yg buruk,
jadilah sang pembelajar sejati yg bisa memaknai pentingnya intelektual dan moralitas.

read is not learn,
write is not learn,
but
learn is when you do what you know..
its simple, just for learn !

kontributor : @luthfi_ariff

Pemuda --> inspiring people !
Pemudi --> inspiring people !

follow us
IG : @mudainspirasi
Site : http://www.mudainspirasi.ga
Telegram : http://www.telegram.me/mudainspirasi
Line : http://line.me/ti/p/%40ebe3511s
Fans Page : Muda Inspirasi

#mudainspirasi
#mudamenginspirasi
#mudajuara
#mudaberkarya

Kamis, 25 Agustus 2016

Tentang apa apa yang takut kusalahartikan

Standard


bismillaah

mari follow
@mudainspirasi
@mudainspirasi

Dalam sebuah buku yang pernah terbaca mengatakan bahwa 'Wanita diciptakan dengan satu Akal dan sembilan perasaan.' Lalu apa jadinya jika hati salah  mengartikan sesuatu dalam hal perasaan?
Butuh ketelitian dalam menerjemah apa apa yang menyakut perasaan. Jika tidak terjemah secara utuh, maka artinya pun akan berbeda, bahkan sangat jauh berbeda.

Begitu juga dengan hati, rasa tak biasa akan tumbuh dua kali lipatnya manakala ia telah tertanam dengan kokohnya dalam hati.

dan KeBaperan wajar dalam konteks ini. Karena sekali lagi, ini menyangkut perasaan bukan?. Tapi perlu digaris bawahi bahwa kebaperan harus ditempatkan pada kondisi tertentu saja. Apa jadinya jika dalam semua kondisi terus menerus menghadirkan baper.

Lalu ini salah siapa?
Salahkah Merasa?
ataukah hati yang terlalu berharap?
.

Tak ada yang salah dalam konteks ini.
Tak salah juga merasa, karena perasaan itu wajar adanya.
Begitujuga dengan hati, ia hanya bisa ditembus oleh sesuatu yang membuatnya yakin. tak mudah menembusnya bukan? jika telah sampai kehati artinya ia begitu meyakinkan. karena sesuatu yang datang dari hati, maka akan sampai kehati.

kontribusi oleh : @sitinurlaela28

Pemuda --> inspiring people !
Pemudi --> inspiring people !

follow us
IG : @mudainspirasi
Site : www.mudainspirasi.ga
Telegram : telegram.me/mudainspirasi
Line : line.me/ti/p/%40ebe3511s
Tumblr : mudainspirasi.tumblr.com
Fans Page : Muda Inspirasi

#mudainspirasi
#mudamenginspirasi
#mudajuara
#mudaberkarya .
©muda inspirasi 2016

Sabtu, 06 Agustus 2016

kamu, sahabat terbaikku !

Standard

Harapanku adalah tentang kebersamaan kita,
Selamanya, tak ada batas, dan tanpa jeda.
Kau tau, tentang kebahagiaan ?
Ia adalah ketika aku melihat senyum diwajahmu,
Senyum yang kau arahkan padaku, kasih sayang saudara seiman.

Doamu adalah semangatku,
Semangat yang mengiringi setiap jejak kehidupan,
Canda tawamu adalah yang paling ku rindu,
Akankah kebahagian ketika kita tertawa bersama akan tetap terjaga ? ~aku harap begitu.

Bahagiamu itu adalah kado terindah,
Hati teramat bahagia, jika kamu bahagia,
Sedihmu itu adalah berita dukaku,
Karenanya, aku tak bisa melihatmu bersedih.
Terbesit selalu dalam fikir, untuk membalikan sedihmu menjadi bahagia.

Aku tak pernah berpikir bisa mengenalmu,
Namun ini adalah anugerah,
Mata tak sanggup membendung turunnya tetesan kebahagian, jika teringat akan ucapanmu,
"Sekarang aku tidak sendiri, kamupun tidak sendiri, kini aku dan kamu menjadi kita"
.

Sebaik-baiknya aku adalah kamu yang telah mendampingiki untuk menjadi baik,
Terimakasih..
Engkau teramat indah dalam hal ini,
Aku harap kita tetap dan terus bersatu,
Menjaga kebersamaan ini, tiada henti.

Sahabat,
Semoga Allah selalu menjagamu,
Memberimu kekuatan untuk selalu taat.
Doa terbaik dariku, selalu mengiringimu.. Percayalah, kelak kita bersama di Jannah..
.

kontribusi oleh : @luthfi_ariff

Pemuda --> inspiring people !
Pemudi --> inspiring people !

follow us
Site : www.mudainspirasi.ga
Telegram : telegram.me/mudainspirasi
Line : line.me/ti/p/%40ebe3511s
Tumblr : mudainspirasi.tumblr.com
Fans Page : Muda Inspirasi

#mudainspirasi
#mudamenginspirasi
#mudajuara
#mudaberkarya ©muda inspirasi 2016